Minggu, 27 Oktober 2019

Tugas Kewarganegaraan Program Studi D-III Rekam Medis & Infokes Poltekkes dr.Soepraoen Dosen Pengampu Fita Rusdian Ikawati,SE,MM


TERSUMBATNYA DEMOKRASI INDONESIA DAN KOMUNIKASI
Beberapa pekan terakhir ini situasi politik di tanah air tidak terlalu menggembirakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mendekati satu bulan dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih pada pemilu bulan April justru situasi dan kondisi politik bukannya semakin nyaman bagi tatanan politik pemerintahan ke depan. Tak ada asap tanpa ada api. Demikian kiranya gambaran kasatmata bagi masyarakat luas.Kurang dari dua pekan telah berakhirnya masa jabatan, DPR RI hasil pemilu 2014 terkesan sangat tiba-tiba hendak merampungkan beberapa UU yang setelah sekian lama terbengkalai yaitu RUU KPK sudah disahkan menjadi UU--, RUU KUHP, RUU Minerba, RUU Pemasyarakatan, RUU PKS, RUU Pertanahan (Agraria), yang akhirnya dipetieskan dan akan dilanjutkan oleh DPR RI terpilih hasil pemilu 2019.
Hal itupun bukan karena inisiatif DPR dan pemerintah, akan tetapi lebih karena adanya desakan dari gelombang aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa wilayah: Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Riau, Makassar, Palembang, Kendari. Setelah dicermati terhambatnya komunikasi, sesungguhnya yang terjadi lebih karena lemahnya komunikasi publik oleh DPR RI maupun pemerintah itu sendiri. Pola komunikasi yang tidak berjalan dengan baik, sehingga menyebabkan sumbatan informasi ke publik semakin mampet laksana pipa air yang tersumbat. Maka muncul gelombang demonstrasi, yang sempat menyebabkan kekacauan; Jakarta, Kendari, dan menimbulkan adanya korban.
Banyak korban nyawa dan luka serius, baik para pelaku demonstrasi dan juga aparat kepolisian. Semestinya tidak terjadi korban nyawa, yang semakin menambah situasi politik tidak mendukung. Sekian gelombang demonstrasi dari mahasiswa yang melibatkan massa dalam jumlah ribuan pada akhirnya tidak akan lepas dari para penumpang gelap. Hal tersebut biasa, karena kondisi menjadi liar dan tidak dapat dikendalikan siapa pun, termasuk para mahasiswa sebagai pelaku demonstrasi utama. Peran mahasiswa kelompok civil society,adanya mereka pada garda terdepan kelompok kritis penjaga demokrasi bangsa. Parlemen jalanan yang sudah di jalankan, tidak kondusif terjadi karena komunikasi publik yang kurang berjalan lancar bagaikan darah dalam tubuh. Begitu tersumbat maka terseranglah tubuh kita dari sakit panas, demam, hipertensi, bahkan yang parah adalah stroke ringan, hingga mengakibatkan meregangnya nyawa. Tidak ada yang perlu disesali. Namun di butuhkan penataan komunikasi untuk publik oleh lembaga legislatif ataupun eksekutif sebagai penerima mandat rakyat untuk menjalankan negara-bangsa dengan sebaik-baiknya.



                                                                             
NAMA : MAYA SETYO WULANDARI
NIM : 195067
DOSEN : FITA RUSDIAN IKAWATI, SE, MM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar